Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Selenggarakan Workshop Penyusunan Soal Computer Based Test (CBT) untuk Mendukung Evaluasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Bandung, 16 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan Soal Computer Based Test (CBT) yang bertempat di The Trans Luxury Hotel Bandung pada 16 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran melalui penyusunan instrument asesmen yang berkualitas, terstandar, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan sesuai dengan perkembangan pendidikan profesi apoteker.

Workshop ini diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Bhakti Kencana dengan tujuan meningkatkan kemampuan dalam menyusun soal CBT yang valid, reliabel, dan mampu mengukur capaian pembelajaran secara komprehensif. Selain memperkuat pemahaman mengenai prinsip-prinsip penyusunan instrumen evaluasi, kegiatan ini juga membekali peserta dengan teknik penyusunan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), pengembangan vignette klinis yang autentik, penyusunan opsi jawaban yang efektif, serta proses telaah soal untuk menjamin kualitas asesmen.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keilmuan dalam pendidikan profesi apoteker, yaitu apt. Maria Ulfah, M.Si. sebagai pemateri pada bidang Clinical Science dan Biomedical Science (CSBS), apt. Indra Topik Maulana, M.Si. pada bidang Social, Behavioral, and Administrative (SBA), serta apt. Anggi Gumilar, M.Si. pada bidang Pharmaceutical Science (PS). Melalui penyampaian materi yang komprehensif dan berbasis pengalaman, para narasumber memberikan pemahaman mengenai karakteristik soal yang mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, penalaran klinis, pengambilan keputusan, serta kompetensi profesional mahasiswa sesuai dengan karakteristik masing-masing bidang ilmu.

Workshop dilaksanakan secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, praktik penyusunan soal, dan peer review. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyusun soal sesuai bidang keahlian masing-masing, kemudian mendapatkan masukan dari narasumber maupun sesama peserta guna meningkatkan kualitas soal yang dihasilkan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menghasilkan bank soal yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, objektivitas, serta memiliki tingkat kesulitan dan daya pembeda yang baik.

Sebagai luaran kegiatan, setiap dosen berhasil Menyusun 20 -50 butir soal Computer Based Test (CBT) sesuai dengan bidang keilmuan yang diampu. Seluruh soal tersebut akan melalui proses validasi dan telaah lanjutan sebelum diintegrasikan ke dalam bank soal Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker sebagai instrumen evaluasi pada berbagai kegiatan pembelajaran dan asesmen mahasiswa.

Melalui workshop ini, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sistem evaluasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia profesi. Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan instrumen asesmen yang lebih berkualitas, objektif, dan mampu mengukur kompetensi mahasiswa secara menyeluruh, sehingga mendukung terwujudnya lulusan apoteker yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kefarmasian di tingkat nasional maupun global.

Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIFI) 2026: Wadah Generasi Farmasi Menginspirasi, Berinovasi dan Berkolaborasi

Bandung, 2026 – Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University kembali menyelenggarakan Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIFI) Series II Tahun 2026, sebuah ajang kompetisi ilmiah nasional yang menjadi sarana pengembangan kompetensi, kreativitas, dan inovasi bagi mahasiswa/i di bidang kefarmasian. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya farmasi, melalui kompetisi yang edukatif dan inspiratif.

PIFI 2026 diselenggarakan untuk berbagai jenjang pendidikan kefarmasian, yaitu Diploma Tiga (D3) Farmasi, Sarjana (S1) Farmasi, Program Profesi Apoteker, serta Magister (S2) Farmasi. Keterlibatan peserta dari berbagai jenjang tersebut menjadikan PIFI sebagai wadah kolaborasi akademik yang mampu mempertemukan calon tenaga kefarmasian dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang beragam dalam satu ajang ilmiah nasional.

Beragam kompetisi yang diselenggarakan antara lain Poster Ilmiah, Essay, Lomba Swamedikasi, Meracik Obat, Pengembangan Bentuk Sediaan, Computer Based Test (CBT), Patient Counseling Event (PCE), dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Melalui rangkaian perlombaan tersebut, peserta ditantang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memecahkan permasalahan kesehatan dan kefarmasian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Penyelenggaraan PIFI 2026 mendapatkan sambutan yang sangat positif dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat sebanyak 304 peserta mengikuti rangkaian perlombaan yang diselenggarakan. Para peserta berasal dari 20 provinsi dengan keterlibatan 299 instansi, yang terdiri atas perguruan tinggi. Tingginya angka partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap pengembangan ilmu kefarmasian sekaligus mempertegas posisi PIFI sebagai salah satu ajang kompetisi ilmiah farmasi yang semakin dikenal di tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut melanjutkan capaian positif pada penyelenggaraan PIFI 2025 yang juga memperoleh antusiasme tinggi dari peserta berbagai wilayah di Indonesia. Konsistensi peningkatan partisipasi dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa PIFI telah menjadi wadah yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pertukaran ilmu, pengembangan akademik, serta pembentukan kolaborasi mahasiswa dari berbagai daerah.

Sebagai kompetisi ilmiah tingkat nasional, PIFI diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang dan menjadi agenda unggulan Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University dalam mendukung kemajuan pendidikan farmasi di Indonesia. Besarnya antusiasme peserta, dukungan institusi pendidikan, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan ini. Ke depannya, PIFI diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai ajang kompetisi nasional, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kompetisi ilmiah bertaraf internasional, sehingga dapat mempertemukan peserta dari berbagai negara dan menjadi wadah kolaborasi global bagi generasi farmasi masa depan.

Melalui penyelenggaraan Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIFI) 2026, Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi farmasi yang inovatif, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan di era global. PIFI menjadi bukti bahwa semangat ilmiah, kreativitas, dan kolaborasi dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan masa depan kefarmasian Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing internasional.
Penulis: Panitia Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIFI) 2026
Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana

DRPM Universitas Bhakti Kencana Perkuat Jejaring Riset Internasional bersama Gunma University Jepang

Bandung, 6 Juli 2026 – Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Bhakti Kencana (UBK) menerima kunjungan akademik ibu Winda Ariyani, Ph.D., Assistant Professor pada Department of Neuroscience for Metabolic Disorders, Gunma University, Jepang. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan peneliti UBK tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi antara UBK dan Gunma University. Dalam pemaparannya, Dr. Winda memperkenalkan profil Gunma University sebagai salah satu perguruan tinggi dengan kekuatan riset di bidang neuroscience, metabolic disorders, farmakologi, public health, dan health sciences. Beliau juga menjelaskan berbagai skema kolaborasi yang dapat dikembangkan, seperti joint research, joint publication, research attachment bagi dosen dan mahasiswa, joint supervision, hingga peluang studi lanjut dan beasiswa di Jepang.
Diskusi berlangsung dinamis dengan mengidentifikasi berbagai topik riset yang berpotensi dikembangkan bersama, di antaranya penyakit kardiometabolik, obesitas, hipertensi, neuroscience, serta pendekatan molekuler dan epigenetik. Selain itu, dibahas pula peluang pengajuan hibah kolaborasi internasional, termasuk melalui Toyota Foundation, sebagai upaya memperkuat riset multidisiplin yang berdampak bagi masyarakat.
Direktur DRPM UBK menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas riset dan internasionalisasi institusi. Melalui jejaring akademik yang semakin luas, diharapkan kerja sama dengan Gunma University dapat menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, pertukaran peneliti dan mahasiswa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta inovasi yang mendukung pembangunan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.