Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIFI) 2026: Wadah Generasi Farmasi Menginspirasi, Berinovasi dan Berkolaborasi

Bandung, 2026 – Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University kembali menyelenggarakan Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIFI) Series II Tahun 2026, sebuah ajang kompetisi ilmiah nasional yang menjadi sarana pengembangan kompetensi, kreativitas, dan inovasi bagi mahasiswa/i di bidang kefarmasian. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya farmasi, melalui kompetisi yang edukatif dan inspiratif.

PIFI 2026 diselenggarakan untuk berbagai jenjang pendidikan kefarmasian, yaitu Diploma Tiga (D3) Farmasi, Sarjana (S1) Farmasi, Program Profesi Apoteker, serta Magister (S2) Farmasi. Keterlibatan peserta dari berbagai jenjang tersebut menjadikan PIFI sebagai wadah kolaborasi akademik yang mampu mempertemukan calon tenaga kefarmasian dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang beragam dalam satu ajang ilmiah nasional.

Beragam kompetisi yang diselenggarakan antara lain Poster Ilmiah, Essay, Lomba Swamedikasi, Meracik Obat, Pengembangan Bentuk Sediaan, Computer Based Test (CBT), Patient Counseling Event (PCE), dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Melalui rangkaian perlombaan tersebut, peserta ditantang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memecahkan permasalahan kesehatan dan kefarmasian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Penyelenggaraan PIFI 2026 mendapatkan sambutan yang sangat positif dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat sebanyak 304 peserta mengikuti rangkaian perlombaan yang diselenggarakan. Para peserta berasal dari 20 provinsi dengan keterlibatan 299 instansi, yang terdiri atas perguruan tinggi. Tingginya angka partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap pengembangan ilmu kefarmasian sekaligus mempertegas posisi PIFI sebagai salah satu ajang kompetisi ilmiah farmasi yang semakin dikenal di tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut melanjutkan capaian positif pada penyelenggaraan PIFI 2025 yang juga memperoleh antusiasme tinggi dari peserta berbagai wilayah di Indonesia. Konsistensi peningkatan partisipasi dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa PIFI telah menjadi wadah yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pertukaran ilmu, pengembangan akademik, serta pembentukan kolaborasi mahasiswa dari berbagai daerah.

Sebagai kompetisi ilmiah tingkat nasional, PIFI diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang dan menjadi agenda unggulan Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University dalam mendukung kemajuan pendidikan farmasi di Indonesia. Besarnya antusiasme peserta, dukungan institusi pendidikan, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan ini. Ke depannya, PIFI diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai ajang kompetisi nasional, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kompetisi ilmiah bertaraf internasional, sehingga dapat mempertemukan peserta dari berbagai negara dan menjadi wadah kolaborasi global bagi generasi farmasi masa depan.

Melalui penyelenggaraan Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIFI) 2026, Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi farmasi yang inovatif, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan di era global. PIFI menjadi bukti bahwa semangat ilmiah, kreativitas, dan kolaborasi dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan masa depan kefarmasian Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing internasional.
Penulis: Panitia Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIFI) 2026
Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana

DRPM Universitas Bhakti Kencana Perkuat Jejaring Riset Internasional bersama Gunma University Jepang

Bandung, 6 Juli 2026 – Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Bhakti Kencana (UBK) menerima kunjungan akademik ibu Winda Ariyani, Ph.D., Assistant Professor pada Department of Neuroscience for Metabolic Disorders, Gunma University, Jepang. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan peneliti UBK tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi antara UBK dan Gunma University. Dalam pemaparannya, Dr. Winda memperkenalkan profil Gunma University sebagai salah satu perguruan tinggi dengan kekuatan riset di bidang neuroscience, metabolic disorders, farmakologi, public health, dan health sciences. Beliau juga menjelaskan berbagai skema kolaborasi yang dapat dikembangkan, seperti joint research, joint publication, research attachment bagi dosen dan mahasiswa, joint supervision, hingga peluang studi lanjut dan beasiswa di Jepang.
Diskusi berlangsung dinamis dengan mengidentifikasi berbagai topik riset yang berpotensi dikembangkan bersama, di antaranya penyakit kardiometabolik, obesitas, hipertensi, neuroscience, serta pendekatan molekuler dan epigenetik. Selain itu, dibahas pula peluang pengajuan hibah kolaborasi internasional, termasuk melalui Toyota Foundation, sebagai upaya memperkuat riset multidisiplin yang berdampak bagi masyarakat.
Direktur DRPM UBK menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas riset dan internasionalisasi institusi. Melalui jejaring akademik yang semakin luas, diharapkan kerja sama dengan Gunma University dapat menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, pertukaran peneliti dan mahasiswa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta inovasi yang mendukung pembangunan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

🤝 Studi Banding Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang ke Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana: Penguatan Implementasi Kurikulum OBE

Pada hari Kamis, 11 Juni 2026, Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana (UBK) Bandung menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan praktik implementasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang telah diterapkan secara komprehensif di UBK.

Delegasi UBP Karawang yang terdiri dari DDekan Fakultas Farmasi, Kaprodi S1, Kaprodi PSPPA dan Bidang Peninjau Kurikulum disambut hangat oleh jajaran pimpinan Fakultas Farmasi UBK. Pertemuan berlangsung di ruang rapat fakultas dengan suasana kolaboratif dan penuh semangat akademik.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi UBK, Dr. apt. Agus Sulaeman, M.Si., memaparkan materi berjudul “Pemutakhiran Kurikulum: Transisi Menuju Outcome-Based Education (OBE)”. Beliau menekankan bahwa perubahan paradigma dari sistem pembelajaran tradisional menuju OBE merupakan langkah strategis untuk memastikan lulusan tidak hanya “telah belajar”, tetapi “mampu melakukan” sesuai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja dan industri.

Beberapa poin penting dari paparan beliau antara lain:

• Pergeseran mindset dari “Saya mengajar apa hari ini?” menjadi “Mahasiswa saya harus bisa apa hari ini?”.
• Tahapan sistematis pemutakhiran kurikulum mulai dari evaluasi komprehensif berbasis data, perumusan CPL dan profil lulusan, hingga dekonstruksi CPL menjadi struktur mata kuliah yang terukur dan relevan.
• Pentingnya kolaborasi antara Tim Kurikulum, Program Studi, dan Kelompok Keilmuan untuk memastikan kedalaman dan relevansi keilmuan farmasi.
• Prinsip keterlacakan setiap SKS terhadap Visi Universitas Bhakti Kencana, menjamin kurikulum yang adaptif dan akuntabel.1

Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta dari UBP Karawang aktif bertanya mengenai mekanisme penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan mata kuliah, serta sistem asesmen berbasis capaian. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi praktik baik dan memperkuat jejaring antarinstitusi farmasi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, kedua fakultas berkomitmen untuk terus bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menyiapkan SDM kesehatan yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Suasana diskusi antara Fakultas Farmasi UBP Karawang dan UBK Bandung

Suasana diskusi antara Fakultas Farmasi UBP Karawang dan UBK Bandung

Foto Bersama UBP Karawang dan UBK Bandung
Penyerahan Cindera mata