11 Mahasiswa Farmasi Terima Beasiswa BKU Berdampak!

Bandung, 15 Juli 2025 — Sebanyak 11 mahasiswa Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University (BKU) berhasil meraih Beasiswa BKU Berdampak 2025, sebuah program penghargaan dan dukungan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi serta berkontribusi positif dalam bidang akademik maupun sosial.

Dari total penerima, terdapat 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, 2 mahasiswa S1 Farmasi, dan 1 mahasiswa D3 Farmasi. Proses seleksi beasiswa berlangsung sejak 16 Juni 2025 dan hasilnya diumumkan pada 14 Juli 2025 setelah melalui tahap penilaian administrasi, wawancara, serta verifikasi capaian prestasi dan aktivitas organisasi.

Beasiswa BKU Berdampak hadir sebagai bentuk komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik dari sisi akademik, kepemimpinan, maupun sosial. Tahun ini, terdapat tiga kategori beasiswa yang dibuka bagi mahasiswa kelas reguler, yaitu:

  • BKU Impact Scholarship (Organisator): bagi mahasiswa aktif yang menunjukkan kepemimpinan dan kontribusi nyata di organisasi kemahasiswaan.

  • BKU Hope Grant (Tidak Mampu/Keadaan Kahar): bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi atau terdampak kondisi kahar.

  • BKU Excellence Scholarship (Prestasi): bagi mahasiswa dengan capaian akademik dan prestasi unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), tersedia dua kategori beasiswa yaitu BKU Hope Grant dan BKU Excellence Scholarship.

Melalui program Beasiswa BKU Berdampak 2025, Bhakti Kencana University berharap para penerima dapat terus berkontribusi positif dalam lingkungan akademik dan masyarakat, menjadi teladan bagi rekan sejawat, serta membawa nama baik universitas di kancah nasional maupun global.

Mahasiswa Sarjana Farmasi Bhakti Kencana University Raih Juara 1 Lomba Internasional Profession Advocacy Competition

Minggu, 29 Juni 2025 – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Sarjana Farmasi Bhakti Kencana University (BKU). Aldo Togar Hasiholan Pohan, mahasiswa Fakultas Farmasi BKU, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang internasional Profession Advocacy Competition yang diselenggarakan oleh IPSF Professional Development pada 29 Juni 2025.

Profession Advocacy Competition merupakan kompetisi bergengsi yang diinisiasi oleh International Pharmaceutical Students’ Federation (IPSF). Lomba ini berfokus pada peningkatan keterampilan mahasiswa farmasi dalam advokasi profesi, kepemimpinan, serta penyusunan strategi komunikasi yang relevan dengan isu-isu global di bidang farmasi dan kesehatan.

Aldo berhasil menampilkan gagasan inovatif dan strategi advokasi yang kuat, sehingga mampu mengungguli peserta dari berbagai negara. Kemenangan ini tidak hanya membanggakan dirinya secara pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Bhakti Kencana University di kancah internasional.

Pihak fakultas menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian ini. “Keberhasilan Aldo membuktikan bahwa mahasiswa BKU memiliki kualitas unggul untuk berkompetisi di tingkat global. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani bermimpi besar, berkompetisi, dan berkontribusi bagi pengembangan profesi farmasi,” ujar Wakil Dekan 1 Fakultas Farmasi.

Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen BKU dalam mendukung mahasiswa untuk berkembang tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam aspek kepemimpinan, kreativitas, dan jejaring internasional.

KUNJUNGAN INDUSTRI UKM PHARMACLUB FAKULTAS FARMASI KE KTO (KAWASAN TANAMAN OBAT) SARI ALAM CIWIDEY JAWA BARAT

 

Kunjungan Industri UKM Pharmaclub yang diselenggarakan di KTO (Kawasan Tanaman Obat) Sari Alam, Ciwidey pada tanggal 30 November 2024, telah sukses dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berkesan dirancang untuk menambah wawasan mahasiswa farmasi khususnya UKM Pharmaclub mengenai tanaman-tanaman obat yang memiliki khasiat bagi kesehatan.

Kunjungan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam aspek ilmu farmasi yaitu etnofarmasi. Mengusung tema “Sing Hirup Awina Sangakan Hurip Hirupna,” Kunjungan Industri UKM Pharmaclub ke KTO Sari Alam diharapkan dapat mendorong generasi muda farmasi untuk “Back To Nature” dengan memanfaatkan bahan alam yang terdapat di Indonesia menjadi produk kesehatan maupun kosmetik yang memiliki manfaat dan daya jual yang lebih tinggi.

Kunjungan Industri ini diikuti oleh 30 Mahasiswa dari UKM Pharmaclub di Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana. Dalam kunjungan industri, mahasiswa diajak untuk melihat dan mengelilingi kebun tanaman obat, mahasiswa berkeliling melihat sekitar 900 tanaman obat yang memiliki khasiat bagi kesehatan dan diberikan kesempatan mencoba beberapa tanaman obat secara langsung seperti daun stevia dan legundi. Daun Stevia memiliki rasa yang manis berkhasiat sebagai antidiabetes dan Daun Legundi memiliki rasa yang manis serta hangat sebagai ekspektoran.

Selain itu, mahasiswa melihat pembuatan dan mencoba Minuman OK Drink (Oday Kodariyah Drink) merupakan minuman herbal yang kaya antioksidan. Minuman OK Drink merupakan minuman khas yang ada di KTO Sari Alam dibuat dari berbagai tanaman obat yang memiliki khasiat dengan menggunakan alat-alat yang sederhana dan tradisional. Pembuatan minuman OK Drink dibuat menggunakan arang dan wadah dari panci tanah memiliki cita rasa yang berbeda. Mahasiswa juga diberikan minuman Smooth Move merupakan minuman probiotik yang bagus untuk pencernaan. Selama kunjungan mahasiswa diberikan makanan dan minuman sehat tanpa penyedap rasa dan pemanis buatan.

Mahasiswa berkesempatan berdiskusi dengan sosok hebat yaitu Mamah Oday (Herbalist), Ibu Delvi (Apoteker), dan Dr. Tarra (Reflexiologi). Mahasiswa mendapatkan penambahan wawasan mengenai tanaman obat, teknik pembuatan obat dengan menggunakan tanaman obat, serta enterpreneur. Kunjungan kali ini bukan hanya memberikan pengalaman mengenai etnofarmasi, namun memberikan pengalaman dan kesan untuk generasi muda menghargai diri sendiri dan memulai hidup sehat.

Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mencoba melakukan refleksi. Refleksi ini bertujuan untuk meningkatkan fokus mahasiswa terutama untuk meningkatan konsentrasi mahasiswa dalam belajar. Kegiatan refleksi dapat membantu mahasiswa menurunkan stress, mengembangkan keterampilan dan meningkatkan keefektifan dalam belajar.

Kunjungan Industri ini tidak hanya memberikan pengalaman mengenai ilmu farmasi, namun memberikan banyak pesan mengenai arti kehidupan dan pentingnya menjaga alam dengan melestarikan tanaman obat yang ada di Indonesia. Tanaman obat memiliki banyak khasiat dan dapat dikembangkan menjadi produk farmasi yang memiliki daya jual dengan banyak manfaat.