Inovasi Mahasiswa Farmasi BKU Bersinar di Gelar Karya 2025

Inovasi Mahasiswa Farmasi BKU Bersinar di Gelar Karya 2025
Kategori PKM Tampilkan Produk Unggulan yang Siap Bersaing di Pasar Nyata

Pada tanggal 23 Juli 2025 Kreativitas, riset, dan semangat kewirausahaan mahasiswa Farmasi Universitas Bhakti Kencana (BKU) kembali terpancar dalam ajang tahunan Gelar Karya 2025. Salah satu kategori yang paling dinantikan adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebuah wadah ekspresi gagasan inovatif yang bertujuan menghasilkan produk unggulan berbasis ilmu kefarmasian.
Berlangsung di pelataran depan Perpustakaan BKU, puluhan mahasiswa dari Program Studi Diploma 3 dan Sarjana Farmasi menampilkan ide-ide luar biasa yang dituangkan dalam bentuk produk siap jual. Dengan semangat kompetitif yang sehat dan penuh kolaborasi, karya-karya ini dinilai langsung oleh dosen dan praktisi yang telah berpengalaman di bidangnya. Tidak seperti lomba biasa, kategori PKM menuntut lebih dari sekadar ide. Mahasiswa harus mampu memadukan kreativitas, landasan ilmiah, dan orientasi pasar ke dalam satu paket produk yang menarik dan solutif.
Para finalis ditantang untuk tidak hanya mempresentasikan konsep mereka, tetapi juga menjelaskan proses pembuatan, kandungan bahan aktif, keamanan produk, kemasan, hingga strategi pemasaran. Semua aspek dinilai untuk melihat sejauh mana produk tersebut bisa dikembangkan sebagai usaha yang berkelanjutan.

Juri yang dilibatkan dalam kegiatan PKM ini adalah:
1. Ivan Andriansyah, M.Pd.
2. Westi Nur D., S.Farm.
3. Kosasih, M.Pd.

Inilah Para Juara PKM Gelar Karya 2025
• Program Diploma (D3):
🥇 Juara 1: Scentora Jelly Candle Aromaterapi
🥈 Juara 2: Lipcream Ekstrak Jambu Biji
🥉 Juara 3: Minyak Angin Aromatherapy Melon Mint

Juara Gelar Karya Kategori PKM Prodi D3 Farmasi

• Program Sarjana (S1):
🥇 Juara 1: Inovasi Deo Spray
🥈 Juara 2: CheezoHoney Bites
🥉 Juara 3: CINCOYO

Juara Gelar Karya Kategori PKM Prodi S1 Farmasi

Setiap produk yang dipamerkan dalam kategori PKM menunjukkan betapa mahasiswa Farmasi BKU memiliki potensi luar biasa dalam menciptakan solusi nyata dari ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah.
Dari aromaterapi, perawatan tubuh, hingga camilan sehat dan minuman fermentasi, para peserta menunjukkan kepekaan mereka terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang. Inovasi ini tidak hanya menonjol dari sisi keunikan, tetapi juga mempertimbangkan tren kesehatan, bahan alami, dan kemudahan produksi.

Kunjungan ketua Yayasan Adhi Guna Kencana ke stand Gelar Karya 2025

PKM menjadi bukti bahwa mahasiswa farmasi tidak hanya siap di dunia kerja klinis, tapi juga mampu bersaing dalam dunia usaha dan kewirausahaan berbasis kesehatan.

Melalui Gelar Karya 2025, Fakultas Farmasi BKU memperlihatkan komitmennya dalam mendukung semangat riset terapan, inovasi produk, dan pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Kategori PKM bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah proses belajar yang melibatkan riset, kerja tim, pengujian, desain, dan keberanian membawa gagasan ke dunia nyata. Di sinilah mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, bertindak inovatif, dan berorientasi pada dampak sosial dan ekonomi.

Dengan pencapaian luar biasa ini, total 6 penghargaan diraih mahasiswa Farmasi BKU dalam kategori PKM. Ini menjadi simbol keberhasilan dalam menumbuhkan budaya inovasi dan mencetak calon pengusaha muda di bidang farmasi dan kesehatan.

Mari kita dukung terus langkah mahasiswa BKU dalam menciptakan produk-produk bermanfaat, berkualitas, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas. Karena dari kampus ini, lahir generasi yang bukan hanya siap kerja tapi juga siap mencipta!

Produk-produk hasil gelar karya dapat dilihat silahkan klik disini:

Workshop Pembuatan Soal CBT & OSCE Tingkatkan Mutu Pendidikan Profesi Apoteker

Pada tanggal 29 hingga 30 Juli 2025, Prodi Pendidikan Profesi Apoteker sukses menyelenggarakan Workshop Pembuatan Soal CBT (Computer Based Test) dan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) bertempat di Sariater Hotspring Resort, Ciater. Workshop ini diadakan sebagai bagian dari upaya standarisasi dan peningkatan kualitas evaluasi pendidikan apoteker yang semakin relevan dengan kebutuhan profesi dan perkembangan teknologi.

Kegiatan yang diikuti oleh dosen pendidikan profesi apoteker ini memiliki beberapa tujuan yakni pertama, workshop ini mengajarkan teknik penulisan soal ujian yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan kompetensi yang ingin diuji, sehingga penilaian dapat menggambarkan kemampuan mahasiswa secara akurat. Kedua, peserta dibekali pengetahuan tentang metodologi CBT dan OSCE agar dapat mengembangkan dan mengevaluasi bank soal serta stasiun ujian secara objektif dan terstruktur. Selain itu, workshop ini juga fokus pada peningkatan keterampilan penilai dalam menilai kinerja klinis dan pengetahuan praktis mahasiswa secara konsisten dan adil. Hal ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai kompetensi sesungguhnya yang dimiliki oleh mahasiswa. Tidak kalah penting, workshop ini mendorong pengembangan kurikulum pendidikan apoteker yang selalu relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan peraturan terbaru, sehingga lulusan siap menghadapi tantangan di dunia profesi.

Sebagai hasil dari workshop ini, setiap dosen berhasil menghasilkan 20 soal CBT dan 1 soal OSCE sesuai dengan topik yang ditugaskan, yang siap digunakan sebagai bahan evaluasi akademik. Narasumber yang berkompeten hadir untuk membimbing peserta, yakni apt. Maria Ulfah, M.Si (CSBS), apt. Topik Indra Maulana, M.Si (SBA), dan apt. Dadan Suryasaputra, M.Si (PS).

Kegiatan workshop ini diharapkan dapat terus meningkatkan mutu pendidikan apoteker dengan metode evaluasi yang lebih akurat dan sesuai standar profesi terkini.

11 Mahasiswa Farmasi Terima Beasiswa BKU Berdampak!

Bandung, 15 Juli 2025 — Sebanyak 11 mahasiswa Fakultas Farmasi Bhakti Kencana University (BKU) berhasil meraih Beasiswa BKU Berdampak 2025, sebuah program penghargaan dan dukungan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi serta berkontribusi positif dalam bidang akademik maupun sosial.

Dari total penerima, terdapat 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, 2 mahasiswa S1 Farmasi, dan 1 mahasiswa D3 Farmasi. Proses seleksi beasiswa berlangsung sejak 16 Juni 2025 dan hasilnya diumumkan pada 14 Juli 2025 setelah melalui tahap penilaian administrasi, wawancara, serta verifikasi capaian prestasi dan aktivitas organisasi.

Beasiswa BKU Berdampak hadir sebagai bentuk komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik dari sisi akademik, kepemimpinan, maupun sosial. Tahun ini, terdapat tiga kategori beasiswa yang dibuka bagi mahasiswa kelas reguler, yaitu:

  • BKU Impact Scholarship (Organisator): bagi mahasiswa aktif yang menunjukkan kepemimpinan dan kontribusi nyata di organisasi kemahasiswaan.

  • BKU Hope Grant (Tidak Mampu/Keadaan Kahar): bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi atau terdampak kondisi kahar.

  • BKU Excellence Scholarship (Prestasi): bagi mahasiswa dengan capaian akademik dan prestasi unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), tersedia dua kategori beasiswa yaitu BKU Hope Grant dan BKU Excellence Scholarship.

Melalui program Beasiswa BKU Berdampak 2025, Bhakti Kencana University berharap para penerima dapat terus berkontribusi positif dalam lingkungan akademik dan masyarakat, menjadi teladan bagi rekan sejawat, serta membawa nama baik universitas di kancah nasional maupun global.